Friday, April 24, 2015

Tips Sukses Membuka Coffee Shop

Coffee shop pada umumnua memiliki kriteria memadai untuk memajang benda seni yang diperjualkan. Setiap harinya banyak pengunjung yang menghabiskan waktunya di coffee shop untuk sekedar minum kopi ataupun menikmati hidangan ringan. Seraya mereka duduk-duduk menikmati hidangan, mereka bisa melihat-lihat benda seni yang dipajang di coffee shop tersebut. Kamu tak perlu memajang banyak benda seni, hanya beberapa saja yang terbaik dari koleksi kamu. Ketimbang restoran atau cafe yang lebih memiliki suasana hiruk pikuk, maka di coffee shop orang lebih banyak menghabiskan waktunya sambil membaca, ngobrol atau sekedar browsing.
Ini merupakan moment yang pas bagi kamu untuk memajang koleksi benda seni yang memang diperjualbelikan.  Untuk restoran yang bising dan memang orang kesana hanya unntuk makan, maka otomatis waktu mereka lebih sempit dan mereka tak punya waktu untuk melihat-lihat benda seni yang kamu pajang.
Apabila benda seni kamu memang bagus, akan memberikan nilai tersendiri untuk coffee shop yang kamu kelola. Untuk tema coffee shop yang kamu pilih untuk memajang benda seni, akan lebih baik jika coffee shop tersebut memang bernuansa etnik atau bercita rasa seni tinggi sehingga akan serasi apabila dijadikan art display.
Jadi sebelum kamu merencanakan untuk membuka coffee shop, coba deh dipertimbangkan, tema interior apa yang akan kamu pilih.  Sebetulnya nggak harus etnik, bertemakan arsitektur modern dengan garis-garis yang tegas juga bagus, itu tergantung dari benda-benda seni yang kamu jual.
Jika benda-benda seni yang kamu jual kebanyakan dari Bali, maka ada baiknya kamu mendesign coffee shop bergaya bali, atau jika kamu menjual benda seni klasik, maka boleh juga coffee shop yang kamu kelola bergaya victoria.  Hal terpenting disini adalah keserasian sehingga benda seni yang kamu jual tak hanya sebagai pelengkap saja,namun lebih kepada ruh pemberi warna didalam coffee shop itu sendiri.

Thinking Outside the Box 
Dalam memasarkan produk kamu, cobalah untuk tidak memikirkan batasan apapun. Jadilah kreatif dan berpikir keluar kotak dan kamu akan menemukan tempat-tempat baru yang tak pernah terpikir sebelumnya.










http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/dsc03253-225x300.jpgMenjamurnya coffee shop yang menawarkan berbagai macam variasi minuman kopi, saat ini menjadi sebuah tren tersendiri. Maraknya coffee shop menjadi surga bagi para pencinta kopi sekaligus menjadi peluang usaha yang menjanjikan bagi para pebisnis. Tapi hal tersebut juga berarti menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi para pemilik coffee shop untuk mempertahankan usaha mereka ditengah persaingan bisnis warung kopi atau lebih terkenal dengan sebutan coffee shop. Anda pasti pernah satu saat mencoba menikmati atau sekedar bersantai di salah satu coffee shop dimana anda tinggal dan merasakan secangkir kopi yang begitu nikmat yang membuat anda ingin merasakan dan merasakan kembali ketika anda singgah di coffee shop tersebut. Tahukah anda di balik kenikmatan yang ditawarkan oleh coffee shop tersebut? Tentunya ada seseorang yang cukup ahli untuk meracik minuman kopi kesukaan anda di coffee shop tersebut. Seseorang atau bahkan beberapa orang yang begitu hebat meramu secangkir atau bahkan puluhan cangkir berisi kopi yang memiliki taste yang sangat
133879285592447393
nikmat yang membuat para coffee lover menjadi coffee maniac saat menikmati ramuan kopi yang begitu lezat dengan taste yang sangat mengejutkan.
Sebutan untuk seseorang yang bekerja di balik layar sebuah coffee shop ini memang cukup unik: Barista. Tak ada arti yang pasti untuk sebutan ini. Ada yang mengatakan kalau Barista ini didapat dari kata barrier, yaitu suatu sekat, penghalang atau pemisah. Artinya yaitu pemisah antara customer dengan pekerja yang bersangkutan. Sebutan barrista ini biasa digunakan untuk orang yang melayani di suatu café. Namun ada juga yang mengatakan makna istilah unik itu diserap dari Bahasa Italia. Di dunia internasional istilah barista baru mulai dipergunakan setelah mendunianya jaringan warung kopi internasional yang berkampung halaman di Seattle, AS. Warung kopi ala Amerika itu memang menyebut para operator mesin espresso mereka dengan sebutan barista. Meskipun makna aslinya adalah pelayan kafe, sekarang barista merujuk pada orang yang mengoperasikan mesin pembuat espresso. Apakah sesederhana itu? Tidak. Seorang barista memiliki peran yang sangat penting selain mengoperasikan mesin pembuat espresso dan meracik minuman kopi. Seorang barista tidak hanya sekedar menyeduh kopi. Seorang barista harus memiliki keahlian dan sense of taste yang tinggi, karena secangkir kopi bisa terasa nikmat sangat tergantung dari keahlian Barista dalam menghasilkan foamed milk yang sempurna.
Kalau kita bicara tentang barista, kita jelas bicara soal mesin espresso manual atau semi otomatis yang membutuhkan skill khusus seorang barista dalam menanganinya. Dan bila kita bicara soal skill barista, Agus Tassi lah orangnya. Barista senior dari Caswell’s Bali ini berhasil merebut gelar barista nomor satu Indonesia pada ajang Barista Competition 2006 yang bergengsi di Jakarta. Agus Tassi menunjukkan bagaimana seorang barista ideal menguasai “medan peperangannya”. Untuk menghasilkan espresso nikmat, seorang barista harus bekerja dengan ketepatan robotik supaya konsistensi rasa tetap terjaga. Namun di sinilah anehnya, karena menurut para pecinta kopi, kenikmatan espresso hasil karya barista yang handal tidak akan bisa dikalahkan oleh mesin espresso otomatis yang canggih sekalipun. Menurut Tassi dia mungkin unggul di dalam kreasi resep. Untuk minuman unggulannya, pria yang pernah menjadi barista di Sari Club ini (hingga dibom oleh teroris) menggunakan biji kopi racikan sendiri. Karena itu menurutnya seorang barista haruslah seorang pecinta kopi sejati dengan kreatifitas yang tinggi.
Job description seorang barista ini agak berbeda dari pelayan toko biasa. Hal yang membedakan adalah seorang barista diharuskan bisa menjadi seorang multi tasked person. Artinya, dia tidak hanya berfungsi sebagai waiter, tetapi juga bisa menjadi kasir, bisa menjadi house-keeping, artinya merawat dan membersihkan barang-barang yang berkaitan dengan rumah tangga, seperti piring, gelas, dan lainnya. Selain itu juga, barista diharapkan juga bisa mengoperasikan semua alat operasional yang digunakan. Bahkan, dapat memperbaiki alat yang ngadat atau sedikit rusak, kecuali jika memang alat tersebut sudah benar-benar membutuhkan bantuan teknisi, tentunya.

Menjadi seorang barista diharuskan bisa memberikan service terbaik bagi customer dan juga bisa mengurus segala urusan ‘belakang’ dapur. Inilah yang membuat seorang barista memiliki peranan yang sangat penting terkait dengan maju tidaknya sebuah coffee shop.
Menjadi seorang barista tentunya juga harus familiar dengan berbagai macam jenis kopi-kopian. Untuk itu biasanya sebelum menjadi barista, perlu adanya pelatihan yang biasanya memerlukan waktu sekitar 2 minggu untuk lebih mengenal jenis pekerjaan dan juga tanggung jawab yang akan diembannya. Setelah itu, biasanya tidak langsung dilepas begitu saja, tetapi ada masa progresi, yaitu masa percobaan bagi seorang barista, tentunya ini tergantung pada perusahaan mana seorang barista memulai karirnya, tiap perusahaan mungkin saja mempunyai jangka waktu yang berbeda dalam hal masa percobaan.
Meski kebanyakan orang yang melamar menjadi barista adalah orang yang mempunyai latar belakang perhotelan, tetapi tidak menutup kemungkinan tiap orang yang mempunyai ketertarikan pada dunia ini juga bisa ikut bergabung. Apalagi buat orang yang ingin menimba ilmu bagaimana cara meracik secangkir kopi dengan sense of taste yang sangat sensual sehingga sanggup menarik animo penikmat kopi di coffee shop tersebut. Selain itu seorang barista sebaiknya juga dapat memberikan service terbaik kepada customer dan bagaimana cara menghadapi customer secara langsung.
Menjadi seorang barista adalah pekerjaan yang spesial. Kendati barangkali penghasilanmu tak seberapa dibanding pekerjaanmu terdahulu, setidaknya kamu bisa menjadi seorang barista, menjadi seorang peracik kopi.
Perpaduan antara seni, rasa dan keunikan karya yang kaya akan sensasi.
















Coffeeshop
Di negeri Belanda, istilah Coffeeshop lebih di kenal sebagai café tempat menjual ganja untuk kebutuhan rekreasi. Di sana tersedia minuman serta meja kursi seperti café pada umumnya. Tapi sebenarnya di coffeshop komoditas utama yang dijual adalah ganja. Kegiatan ini diizinkan oleh dewan lokal dan tunduk pada peraturan. Untuk bisa menikmati ganja di coffeshop usia pelanggan minimum 18 tahun sesuai dengan peraturan pemerintah setempat.
Operasioanal di Coffeeshop
Coffeshop tidak diizinkan untuk beriklan, pelanggan tidak akan pernah melihat tulisan “Di sini tersedia Ganja”. Jika pelanggan hendak memesan ganja cukup dengan memanggil petugas di bar untuk melihat menu yang tersedia. Di dalam menu tersedia beberapa pilihan jenis ganja dan hashis serta harga per itemnya. Di beberapa cofeshop ganja di jual dalam ukuran berat, tapi di caffeeshop lain ganja di jual dengan nilai kualitas (value).
Di beberapa tempat ganja dijual menurut berat dan yang lainnya menurut nilai. Satuan berat untuk menentukan harga adalah per gram. Satu ons terdiri dari 28 gram (sebuah toko di Grey Area, juga menjual ‘seperempat’ atau bahkan ‘seperdelapan’ jika anda mau). Apabila dijual menurut nilai, menu akan menampilkan kuantitas dalam gram. Anda akan mendapatkan varietas masing-masing dengan harga tetap, katakanlah, 20 euro.
http://www.legalisasiganja.com/wp-content/uploads/2011/03/ENG_Amsterdam_marij_599441g.jpgHarga

Harga Cannabis bervariasi menurut lokasi dan jenis tempat berjualan. Di tengah kota Amsterdam harga cenderung sedikit lebih tinggi terutama di tempat yang diperuntukkan bagi wisatawan – termasuk rip-off joints dan Connoisser’s Shop. Coffeeshops tidak diperbolehkan untuk mengiklankan barang dagangannya dan mereka sebagian besar telah menghapus menu hidangan mereka dari situs web.
Hukum

Secara teknis, situasi hukum cukup rumit karena perjanjian Internasional yang menghalangi Belanda dari legalisasi ganja. Ganja adalah barang ilegal di Belanda, tapi memiliki ganja dalam jumlah yang kecil dianggap sebagai pelanggaran dan bukan tindak pidana.
Dalam prakteknya anda bisa membawa sampai 5 gram tanpa perlu khawatir.
Peraturan untuk Coffeshop antara lain:
* Tidak ada iklan
* Tidak mengekspor di luar Belanda
* Tidak boleh ada Hard Drugs
* Jumlah maksimal yang boleh dijual kepada tiap konsumen adalah 5 gram
* Stok maksimal 500 gram.
* Tidak ada penjualan kepada anak di bawah 18 tahun
Mengenai aturan stok maksimum 500 gram sering melenceng akibat kesibukan penjualan toko. Hal seperti ini menjadi perhatian pihak berwenang dalam pemeriksaan acak sesekali  pada saat mengawasi mereka.
Sejarah
Fenomena Coffeeshop dimulai pada tahun 1970-an. Saat itu Belanda menyadari bahwa perang terhadap narkoba telah hilang arah dan mereka harus menemukan cara lain untuk mengurangi dampak penyalahgunaan narkoba pada masyarakat. Untuk itu mereka berusaha untuk menarik garis yang jelas antara Hard Drugs (Opium, cocaine, aphetamin, dsb) dan Soft Drug (Ganja, hasish) dan konsentrasi upaya penegakan hukum mereka hanya fokus pada Hard drugs. Mereka yang terlibat dalam penyelundupan dan perdagangan heroin dan cocaine tetap diburu dan dituntut. Tetapi bagi mereka yang kecanduan heroin harus diperlakukan sebagai orang sakit. Seperti pecandu alcohol, mereka yang memakai ganja harus diabaikan.
Para perintis Coffeeshops memanfaatkan situasi ini dengan secara terbuka menjual ganja. Mereka kadang bangkrut tapi terus kembali lebih besar. Ada beberapa perdebatan tentang yang mana yang merupakan Coffeeshop pertama. Caffeshop yang paling terkenal adalah “The Bulldog” yang didirikan pada tahun 1975 oleh seorang pria bernama Henk de Vries dalam sebuah bordil bekas di Red Light district. Kemungkinan lain Coffeshop pertama sebenarnya adalah “Mellow Yellow” dan bahkan sebelum itu “The Melkweg” di sebut-sebut sebagai yang pertama, sedangkan “Rusland” adalah pelopor.
Langkah pertama dimulai dari decriminalize ganja pada tahun 1976. Hukum diubah sehingga kepemilikan ganja hingga 30 gram tidak lagi masuk dalam tindak pidana. Coffeeshops tetap ilegal sampai tahun 1980. Namun demikian, mereka terus berkembang dan bertambah banyak.
Pada awal tahun 1980 kebijakan mulai memberikan toleransi terhadap Coffeeshops. Selama tidak ada Hard Drugs di tempat itu dan mereka cukup bijaksana, mereka umumnya dibiarkan saja. Sejak saat itu Coffeshop berkembang di seluruh kota Amsterdam dan sebagian besar wilayah Belanda. Pada awalnya kebanyakan warga Belanda menolak coffeshop, namun seiring berjalannya waktu akhirnya sikap mereka melunak dan sekarang Coffeshop diterima secara luas oleh masyarakat. Tetapi permasalahannya Belanda harus menghadapi tekanan internasional terus-menerus seperti dari pemerintah negara Perancis, Inggris dan Amerika Serikat.
Pada tahun 1990an pemerintah Amsterdam menimbang bahwa jumlah Coffeeshop terlalu banyak dan bahkan ada juga yang menjual Hard drugs. Didorong oleh tekanan internasional, pemerintah memutuskan untuk melakukan tindakan yang drastis apabila diperlukan. Pada saat yang sama beberapa Coffeshop besar telah mengorganisir diri menjadi serikat pekerja, yaitu BCD (Bond van Cannabis Detaillisten). Setelah melalui beberapa argumentasi, akhirnya langkah kompromi disepakati oleh dewan kota yang  mana cocok menurut anggota BCD.
Pada tahun 1995 pemerintah memutuskan untuk mengurangi jumlah Coffeeshop dengan menutup mereka yang terlibat dalam kegiatan ilegal. Sisanya kemudian akan dilisensikan oleh dewan. Jumlah lisensi membeku dan lisensi dibuat tanpa bisa dialihkan kepemilikannya dengan maksud untuk mengurangi jumlah Coffeeshop dari waktu ke waktu. Semua Coffeeshop sekarang menampilkan stiker kecil berwarna hijau dan putih yang menunjukkan bahwa mereka berlisensi untuk menjual ganja.
Pemerintahan nasional yang sangat konservatif selama beberapa tahun terakhir ini telah menginspirasi dewan lokal untuk memperketat penegakkan hukum dengan cara menutup toko-toko yang melanggar aturan. Toko yang sudah tutup tidak bisa diganti sehingga jumlah keseluruhan terus berkurang.
Di luar Amsterdam, situasi bervariasi antara daerah. Kesibukan Coffeeshop tertinggi biasa terjadi di daerah dengan populasi penduduk tertinggi. Seperti di Randstad dan daerah perkotaan di Amsterdam, Utrecht, Rotterdam, Den Haag dan kota-kota yang lain yang tergabung di dalamnya. Meskipun di tiap daerah terdapat perbedaan pandangan yang cukup besar, kebijakan terhadap Coffeeshops diputuskan di tingkat lokal. Di beberapa kota hal ini tidak ada masalah sama sekali. Tapi di lain tempat mereka tidak diijinkan untuk menampilkan tanda-tanda dan aktifitas mereka dibatasi.
Dari Hash sampai ke Nederwiet

Pada awalnya Coffeshop kebanyakan menjual hasis/ganja impor. Saat ini ganja yang ditanam di Belanda mendominasi menu sebagian besar Coffeshop. Hash masih tersedia, yang terkenal adalah ‘Skunk’ yang berasal dari Amerika.
Ketika pertama kali diperkenalkan di Belanda, lingkungan yang ramah dan endemic serta keterampilan hortikultura bangsa Belanda menyebabkan varietas ini menjadi lebih meningkat. Meskipun iklim di negeri Belanda tidak terlalu kondusif untuk pertumbuhan tanaman ganja, penggunaan tehnologi pencahayaan buatan pada indoor growing menjadi alternatif dalam membantu meningkatkan kualitas ganja. Sekarang ini terdapat ratusan varietas dari hasil budidaya bibit ganja yang dapat ditemukan di toko-toko yang menjual ganja dalam skala besar.
Menanam ganja dalam jumlah lebih setengah lusin untuk konsumsi pribadi adalah legal secara hukum. Tetapi menanam ganja untuk tujuan komersial masih ilegal sehingga ‘grow rooms’ yang biasa men-supply caffeshop sangat tertutup. (cpt)


Share to

Facebook Google+ Twitter Digg