Coffee shop pada umumnua memiliki kriteria
memadai untuk memajang benda seni yang diperjualkan. Setiap harinya banyak
pengunjung yang menghabiskan waktunya di coffee shop untuk sekedar minum kopi ataupun menikmati hidangan ringan.
Seraya mereka duduk-duduk menikmati hidangan, mereka bisa melihat-lihat benda
seni yang dipajang di coffee shop tersebut. Kamu tak perlu memajang banyak
benda seni, hanya beberapa saja yang terbaik dari koleksi kamu. Ketimbang
restoran atau cafe yang lebih memiliki suasana hiruk pikuk,
maka di coffee shop orang lebih banyak menghabiskan waktunya sambil membaca,
ngobrol atau sekedar browsing.
Ini merupakan moment yang pas bagi kamu untuk
memajang koleksi benda seni yang memang diperjualbelikan. Untuk restoran
yang bising dan memang orang kesana hanya unntuk makan, maka otomatis waktu
mereka lebih sempit dan mereka tak punya waktu untuk melihat-lihat benda seni
yang kamu pajang.
Apabila benda seni kamu memang bagus, akan
memberikan nilai tersendiri untuk coffee shop yang kamu kelola. Untuk tema
coffee shop yang kamu pilih untuk memajang benda seni, akan lebih baik jika
coffee shop tersebut memang bernuansa etnik atau bercita rasa seni tinggi
sehingga akan serasi apabila dijadikan art display.
Jadi sebelum kamu merencanakan untuk membuka
coffee shop, coba deh dipertimbangkan, tema interior apa yang akan kamu
pilih. Sebetulnya nggak harus etnik, bertemakan arsitektur modern dengan
garis-garis yang tegas juga bagus, itu tergantung dari benda-benda seni yang
kamu jual.
Jika benda-benda seni yang kamu jual
kebanyakan dari Bali, maka ada baiknya kamu mendesign coffee shop bergaya bali,
atau jika kamu menjual benda seni klasik, maka boleh juga coffee shop yang kamu
kelola bergaya victoria. Hal terpenting disini adalah keserasian sehingga
benda seni yang kamu jual tak hanya sebagai pelengkap saja,namun lebih kepada
ruh pemberi warna didalam coffee shop itu sendiri.
Thinking Outside the Box
Dalam memasarkan produk kamu, cobalah untuk tidak memikirkan batasan apapun. Jadilah kreatif dan berpikir keluar kotak dan kamu akan menemukan tempat-tempat baru yang tak pernah terpikir sebelumnya.
Dalam memasarkan produk kamu, cobalah untuk tidak memikirkan batasan apapun. Jadilah kreatif dan berpikir keluar kotak dan kamu akan menemukan tempat-tempat baru yang tak pernah terpikir sebelumnya.
Menjamurnya coffee
shop yang menawarkan berbagai macam variasi minuman kopi, saat ini menjadi
sebuah tren tersendiri. Maraknya coffee shop menjadi surga bagi para pencinta
kopi sekaligus menjadi peluang usaha yang menjanjikan bagi para pebisnis. Tapi
hal tersebut juga berarti menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi para pemilik
coffee shop untuk mempertahankan usaha mereka ditengah persaingan bisnis
warung kopi atau lebih terkenal dengan sebutan coffee shop. Anda pasti
pernah satu saat mencoba menikmati atau sekedar bersantai di salah satu coffee
shop dimana anda tinggal dan merasakan secangkir kopi yang begitu nikmat
yang membuat anda ingin merasakan dan merasakan kembali ketika anda singgah di coffee
shop tersebut. Tahukah anda di balik kenikmatan yang ditawarkan oleh coffee
shop tersebut? Tentunya ada seseorang yang cukup ahli untuk meracik minuman
kopi kesukaan anda di coffee shop tersebut. Seseorang atau bahkan
beberapa orang yang begitu hebat meramu secangkir atau bahkan puluhan cangkir
berisi kopi yang memiliki taste yang sangat
nikmat yang membuat para coffee lover
menjadi coffee maniac saat menikmati ramuan kopi yang begitu lezat dengan taste
yang sangat mengejutkan.
Sebutan untuk seseorang yang bekerja di
balik layar sebuah coffee shop ini memang cukup unik: Barista. Tak ada
arti yang pasti untuk sebutan ini. Ada yang mengatakan kalau Barista ini
didapat dari kata barrier, yaitu suatu sekat, penghalang atau pemisah.
Artinya yaitu pemisah antara customer dengan pekerja yang bersangkutan. Sebutan
barrista ini biasa digunakan untuk orang yang melayani di suatu café. Namun ada
juga yang mengatakan makna istilah unik itu diserap dari Bahasa Italia. Di
dunia internasional istilah barista baru mulai dipergunakan setelah mendunianya
jaringan warung kopi internasional yang berkampung halaman di Seattle, AS.
Warung kopi ala Amerika itu memang menyebut para operator mesin espresso mereka
dengan sebutan barista. Meskipun makna aslinya adalah pelayan kafe, sekarang
barista merujuk pada orang yang mengoperasikan mesin pembuat espresso. Apakah
sesederhana itu? Tidak. Seorang barista memiliki peran yang sangat penting
selain mengoperasikan mesin pembuat espresso dan meracik minuman kopi. Seorang
barista tidak hanya sekedar menyeduh kopi. Seorang barista harus memiliki
keahlian dan sense of taste yang tinggi, karena secangkir kopi bisa terasa
nikmat sangat tergantung dari keahlian Barista dalam menghasilkan foamed milk
yang sempurna.
Kalau kita bicara tentang barista, kita
jelas bicara soal mesin espresso manual atau semi otomatis yang membutuhkan skill
khusus seorang barista dalam menanganinya. Dan bila kita bicara soal skill
barista, Agus Tassi lah orangnya. Barista senior dari Caswell’s Bali ini
berhasil merebut gelar barista nomor satu Indonesia pada ajang Barista
Competition 2006 yang bergengsi di Jakarta. Agus Tassi menunjukkan bagaimana
seorang barista ideal menguasai “medan peperangannya”. Untuk menghasilkan
espresso nikmat, seorang barista harus bekerja dengan
ketepatan robotik supaya konsistensi rasa tetap terjaga. Namun di
sinilah anehnya, karena menurut para pecinta kopi, kenikmatan espresso hasil
karya barista yang handal tidak akan bisa dikalahkan oleh mesin espresso
otomatis yang canggih sekalipun. Menurut Tassi dia mungkin unggul di dalam
kreasi resep. Untuk minuman unggulannya, pria yang pernah menjadi barista di
Sari Club ini (hingga dibom oleh teroris) menggunakan biji kopi racikan
sendiri. Karena itu menurutnya seorang barista haruslah seorang pecinta kopi
sejati dengan kreatifitas yang tinggi.
Job description seorang barista ini
agak berbeda dari pelayan toko biasa. Hal yang membedakan adalah seorang
barista diharuskan bisa menjadi seorang multi tasked person. Artinya,
dia tidak hanya berfungsi sebagai waiter, tetapi juga bisa menjadi
kasir, bisa menjadi house-keeping, artinya merawat dan membersihkan
barang-barang yang berkaitan dengan rumah tangga, seperti piring, gelas, dan
lainnya. Selain itu juga, barista diharapkan juga bisa mengoperasikan semua
alat operasional yang digunakan. Bahkan, dapat memperbaiki alat yang ngadat
atau sedikit rusak, kecuali jika memang alat tersebut sudah benar-benar
membutuhkan bantuan teknisi, tentunya.
Menjadi seorang barista diharuskan bisa
memberikan service terbaik bagi customer dan juga bisa mengurus
segala urusan ‘belakang’ dapur. Inilah yang membuat seorang barista memiliki
peranan yang sangat penting terkait dengan maju tidaknya sebuah coffee shop.
Menjadi seorang barista tentunya juga
harus familiar dengan berbagai macam jenis kopi-kopian. Untuk itu
biasanya sebelum menjadi barista, perlu adanya pelatihan yang biasanya
memerlukan waktu sekitar 2 minggu untuk lebih mengenal jenis pekerjaan dan juga
tanggung jawab yang akan diembannya. Setelah itu, biasanya tidak langsung
dilepas begitu saja, tetapi ada masa progresi, yaitu masa percobaan bagi
seorang barista, tentunya ini tergantung pada perusahaan mana seorang barista
memulai karirnya, tiap perusahaan mungkin saja mempunyai jangka waktu yang
berbeda dalam hal masa percobaan.
Meski kebanyakan orang yang melamar
menjadi barista adalah orang yang mempunyai latar belakang perhotelan, tetapi
tidak menutup kemungkinan tiap orang yang mempunyai ketertarikan pada dunia ini
juga bisa ikut bergabung. Apalagi buat orang yang ingin menimba ilmu bagaimana
cara meracik secangkir kopi dengan sense of taste yang sangat sensual sehingga
sanggup menarik animo penikmat kopi di coffee shop tersebut. Selain itu
seorang barista sebaiknya juga dapat memberikan service terbaik kepada customer
dan bagaimana cara menghadapi customer secara langsung.
Menjadi seorang barista adalah
pekerjaan yang spesial. Kendati barangkali penghasilanmu tak seberapa dibanding
pekerjaanmu terdahulu, setidaknya kamu bisa menjadi seorang barista, menjadi
seorang peracik kopi.
Perpaduan
antara seni, rasa dan keunikan karya yang kaya akan sensasi.
Coffeeshop
Di negeri Belanda, istilah Coffeeshop lebih di kenal sebagai café tempat menjual ganja untuk kebutuhan rekreasi. Di sana tersedia minuman serta meja kursi seperti café pada umumnya. Tapi sebenarnya di coffeshop komoditas utama yang dijual adalah ganja. Kegiatan ini diizinkan oleh dewan lokal dan tunduk pada peraturan. Untuk bisa menikmati ganja di coffeshop usia pelanggan minimum 18 tahun sesuai dengan peraturan pemerintah setempat.
Di negeri Belanda, istilah Coffeeshop lebih di kenal sebagai café tempat menjual ganja untuk kebutuhan rekreasi. Di sana tersedia minuman serta meja kursi seperti café pada umumnya. Tapi sebenarnya di coffeshop komoditas utama yang dijual adalah ganja. Kegiatan ini diizinkan oleh dewan lokal dan tunduk pada peraturan. Untuk bisa menikmati ganja di coffeshop usia pelanggan minimum 18 tahun sesuai dengan peraturan pemerintah setempat.
Operasioanal di
Coffeeshop
Coffeshop tidak diizinkan untuk
beriklan, pelanggan tidak akan pernah melihat tulisan “Di sini tersedia Ganja”.
Jika pelanggan hendak memesan ganja cukup dengan memanggil petugas di bar untuk
melihat menu yang tersedia. Di dalam menu tersedia beberapa pilihan jenis ganja
dan hashis serta harga per itemnya. Di beberapa cofeshop ganja di jual dalam
ukuran berat, tapi di caffeeshop lain ganja di jual dengan nilai kualitas
(value).
Di beberapa tempat ganja dijual menurut berat dan yang lainnya menurut nilai. Satuan berat untuk menentukan harga adalah per gram. Satu ons terdiri dari 28 gram (sebuah toko di Grey Area, juga menjual ‘seperempat’ atau bahkan ‘seperdelapan’ jika anda mau). Apabila dijual menurut nilai, menu akan menampilkan kuantitas dalam gram. Anda akan mendapatkan varietas masing-masing dengan harga tetap, katakanlah, 20 euro.
Di beberapa tempat ganja dijual menurut berat dan yang lainnya menurut nilai. Satuan berat untuk menentukan harga adalah per gram. Satu ons terdiri dari 28 gram (sebuah toko di Grey Area, juga menjual ‘seperempat’ atau bahkan ‘seperdelapan’ jika anda mau). Apabila dijual menurut nilai, menu akan menampilkan kuantitas dalam gram. Anda akan mendapatkan varietas masing-masing dengan harga tetap, katakanlah, 20 euro.
Harga Harga Cannabis bervariasi menurut lokasi dan jenis tempat berjualan. Di tengah kota Amsterdam harga cenderung sedikit lebih tinggi terutama di tempat yang diperuntukkan bagi wisatawan – termasuk rip-off joints dan Connoisser’s Shop. Coffeeshops tidak diperbolehkan untuk mengiklankan barang dagangannya dan mereka sebagian besar telah menghapus menu hidangan mereka dari situs web.
Hukum
Secara teknis, situasi hukum cukup rumit karena perjanjian Internasional yang menghalangi Belanda dari legalisasi ganja. Ganja adalah barang ilegal di Belanda, tapi memiliki ganja dalam jumlah yang kecil dianggap sebagai pelanggaran dan bukan tindak pidana.
Secara teknis, situasi hukum cukup rumit karena perjanjian Internasional yang menghalangi Belanda dari legalisasi ganja. Ganja adalah barang ilegal di Belanda, tapi memiliki ganja dalam jumlah yang kecil dianggap sebagai pelanggaran dan bukan tindak pidana.
Dalam prakteknya anda bisa
membawa sampai 5 gram tanpa perlu khawatir.
Peraturan untuk Coffeshop antara
lain:
* Tidak ada iklan
* Tidak mengekspor di luar Belanda
* Tidak boleh ada Hard Drugs
* Jumlah maksimal yang boleh dijual kepada tiap konsumen adalah 5 gram
* Stok maksimal 500 gram.
* Tidak ada penjualan kepada anak di bawah 18 tahun
* Tidak mengekspor di luar Belanda
* Tidak boleh ada Hard Drugs
* Jumlah maksimal yang boleh dijual kepada tiap konsumen adalah 5 gram
* Stok maksimal 500 gram.
* Tidak ada penjualan kepada anak di bawah 18 tahun
Mengenai aturan stok maksimum
500 gram sering melenceng akibat kesibukan penjualan toko. Hal seperti ini
menjadi perhatian pihak berwenang dalam pemeriksaan acak sesekali pada
saat mengawasi mereka.
Sejarah
Fenomena Coffeeshop dimulai pada
tahun 1970-an. Saat itu Belanda menyadari bahwa perang terhadap narkoba telah
hilang arah dan mereka harus menemukan cara lain untuk mengurangi dampak
penyalahgunaan narkoba pada masyarakat. Untuk itu mereka berusaha untuk menarik
garis yang jelas antara Hard Drugs (Opium, cocaine, aphetamin, dsb) dan Soft
Drug (Ganja, hasish) dan konsentrasi upaya penegakan hukum mereka hanya fokus
pada Hard drugs. Mereka yang terlibat dalam penyelundupan dan perdagangan
heroin dan cocaine tetap diburu dan dituntut. Tetapi bagi mereka yang kecanduan
heroin harus diperlakukan sebagai orang sakit. Seperti pecandu alcohol, mereka
yang memakai ganja harus diabaikan.
Para perintis Coffeeshops
memanfaatkan situasi ini dengan secara terbuka menjual ganja. Mereka kadang
bangkrut tapi terus kembali lebih besar. Ada beberapa perdebatan tentang yang
mana yang merupakan Coffeeshop pertama. Caffeshop yang paling terkenal adalah
“The Bulldog” yang didirikan pada tahun 1975 oleh seorang pria bernama Henk de
Vries dalam sebuah bordil bekas di Red Light district. Kemungkinan lain
Coffeshop pertama sebenarnya adalah “Mellow Yellow” dan bahkan sebelum itu “The
Melkweg” di sebut-sebut sebagai yang pertama, sedangkan “Rusland” adalah
pelopor.
Langkah pertama dimulai dari
decriminalize ganja pada tahun 1976. Hukum diubah sehingga kepemilikan ganja
hingga 30 gram tidak lagi masuk dalam tindak pidana. Coffeeshops tetap ilegal
sampai tahun 1980. Namun demikian, mereka terus berkembang dan bertambah
banyak.
Pada awal tahun 1980 kebijakan
mulai memberikan toleransi terhadap Coffeeshops. Selama tidak ada Hard Drugs di
tempat itu dan mereka cukup bijaksana, mereka umumnya dibiarkan saja. Sejak
saat itu Coffeshop berkembang di seluruh kota Amsterdam dan sebagian besar
wilayah Belanda. Pada awalnya kebanyakan warga Belanda menolak coffeshop, namun
seiring berjalannya waktu akhirnya sikap mereka melunak dan sekarang Coffeshop
diterima secara luas oleh masyarakat. Tetapi permasalahannya Belanda harus
menghadapi tekanan internasional terus-menerus seperti dari pemerintah negara
Perancis, Inggris dan Amerika Serikat.
Pada tahun 1990an pemerintah
Amsterdam menimbang bahwa jumlah Coffeeshop terlalu banyak dan bahkan ada juga
yang menjual Hard drugs. Didorong oleh tekanan internasional, pemerintah
memutuskan untuk melakukan tindakan yang drastis apabila diperlukan. Pada saat
yang sama beberapa Coffeshop besar telah mengorganisir diri menjadi serikat
pekerja, yaitu BCD (Bond van Cannabis Detaillisten). Setelah melalui beberapa
argumentasi, akhirnya langkah kompromi disepakati oleh dewan kota yang
mana cocok menurut anggota BCD.
Pada tahun 1995 pemerintah
memutuskan untuk mengurangi jumlah Coffeeshop dengan menutup mereka yang
terlibat dalam kegiatan ilegal. Sisanya kemudian akan dilisensikan oleh dewan.
Jumlah lisensi membeku dan lisensi dibuat tanpa bisa dialihkan kepemilikannya
dengan maksud untuk mengurangi jumlah Coffeeshop dari waktu ke waktu. Semua
Coffeeshop sekarang menampilkan stiker kecil berwarna hijau dan putih yang
menunjukkan bahwa mereka berlisensi untuk menjual ganja.
Pemerintahan nasional yang
sangat konservatif selama beberapa tahun terakhir ini telah menginspirasi dewan
lokal untuk memperketat penegakkan hukum dengan cara menutup toko-toko yang
melanggar aturan. Toko yang sudah tutup tidak bisa diganti sehingga jumlah
keseluruhan terus berkurang.
Di luar Amsterdam, situasi
bervariasi antara daerah. Kesibukan Coffeeshop tertinggi biasa terjadi di
daerah dengan populasi penduduk tertinggi. Seperti di Randstad dan daerah
perkotaan di Amsterdam, Utrecht, Rotterdam, Den Haag dan kota-kota yang lain
yang tergabung di dalamnya. Meskipun di tiap daerah terdapat perbedaan
pandangan yang cukup besar, kebijakan terhadap Coffeeshops diputuskan di
tingkat lokal. Di beberapa kota hal ini tidak ada masalah sama sekali. Tapi di
lain tempat mereka tidak diijinkan untuk menampilkan tanda-tanda dan aktifitas
mereka dibatasi.
Dari Hash sampai ke
Nederwiet
Pada awalnya Coffeshop kebanyakan menjual hasis/ganja impor. Saat ini ganja yang ditanam di Belanda mendominasi menu sebagian besar Coffeshop. Hash masih tersedia, yang terkenal adalah ‘Skunk’ yang berasal dari Amerika.
Pada awalnya Coffeshop kebanyakan menjual hasis/ganja impor. Saat ini ganja yang ditanam di Belanda mendominasi menu sebagian besar Coffeshop. Hash masih tersedia, yang terkenal adalah ‘Skunk’ yang berasal dari Amerika.
Ketika pertama kali
diperkenalkan di Belanda, lingkungan yang ramah dan endemic serta keterampilan
hortikultura bangsa Belanda menyebabkan varietas ini menjadi lebih meningkat.
Meskipun iklim di negeri Belanda tidak terlalu kondusif untuk pertumbuhan
tanaman ganja, penggunaan tehnologi pencahayaan buatan pada indoor growing
menjadi alternatif dalam membantu meningkatkan kualitas ganja. Sekarang ini
terdapat ratusan varietas dari hasil budidaya bibit ganja yang dapat ditemukan
di toko-toko yang menjual ganja dalam skala besar.
Menanam ganja dalam jumlah lebih setengah lusin untuk konsumsi pribadi adalah legal secara hukum. Tetapi menanam ganja untuk tujuan komersial masih ilegal sehingga ‘grow rooms’ yang biasa men-supply caffeshop sangat tertutup. (cpt)
Menanam ganja dalam jumlah lebih setengah lusin untuk konsumsi pribadi adalah legal secara hukum. Tetapi menanam ganja untuk tujuan komersial masih ilegal sehingga ‘grow rooms’ yang biasa men-supply caffeshop sangat tertutup. (cpt)

Share to
Facebook Google+ Twitter Digg