Wednesday, April 8, 2015

Buku The Next Evolution of Marketing - Apa itu Pemasaran yang Penuh Makna?


Artikel bersambung ini diambil dari buku "THE NEXT EVOLUTION OF MARKETING" karya Bob Gilbrieth, pakar marketing internasional.

Buku ini membahas tentang cara memenangkan hati pelanggan dengan pemasaran jujur, bersahabat dan penuh makna.

Versi ebook dari buku ini sama sekali belum ada. Namun, buku ini sangat inspiratif dan mahal manfaatnya. Saya akan mengetiknya secara manual bagian perbagian setiap hari, insya Allah.

Apa yang ditampilkan di sini hanya untuk pembelajaran saja. Mohon beli buku aslinya untuk menghargai penulis. Terima kasih, Salam Berkah!






Ketika pemasaran Anda merupakan sesuatu yang bermakna, orang-orang akan memilih untuk berhubungan dengan Anda. Itu adalah balasan karena mereka merasa pemasaran Anda merupakan sesuatu yang bernilai. Itu baru permulaan. Apapun jenis produk maupun jasa Anda, jik pemasaran Anda bermakna, pemasaran itu sendiri akan menjadi nilai tambh bagi kehidupan orang lain, baik mereka membeli maupun tidak membeli apa yang Anda jual.
Jangan membuat kekeliruan. Pemasaran penuh makna bukanlah pemasaran pro bono (demi kebaikan masyarakat), bukan pula pemasaran kausa (meskipun pemasaran kausa tentu saja dapat bermakna). Pastinya perpindahan kepemilikan produk serta mendapatkan uang masih merupakan tujuan (atau biasanya) hasil dari pemasaran. Jika tidak mengandung itu, ia bukanlah pemasaran.
Akan tetapi, secara kuantitatif terbukti bahwa semakin orang menemukan arti di dalam pemasaran Anda, maka semakin banyak uang yang bersedia mereka keluarkan untuk membeli bareng Anda. Mereka pun akan semakin setia dan merasa terhubung secara emosional kepada merek Anda, sehingga lebih termotivasi ntuk untuk memilihnya serta menyebarkannya di dalam berbagai kesempatan. Jika Anda tidak mempercayai saya, lihatlah hasil dari perusahaan-perusahaan seperti Coca Cola, American Express, Dove, Nike, Kraft, General Mills, Intel, Monster.com dan Dell. Mereka merupakan beberapa perusahaan dengan kategori tersebut.
Sebagaimana saya bukan orang pertama yang menggunakan TiVo sebagai senjata, saya juga bukan orang pertama yang melihat bahwa model pemasaran baru dibutuhkan. Jim Stengel adalah pelaksana pemasaran global di Procter & Gamble yang merupakan pengiklan terbesar dan pencipta pemasaran massal. Pada bulan Februari 2007, dia berdiri di hadapan perwakilan lebih dari 1.200 anggota organisasi dari Asosiasi Agensi Periklanan Amerika, dan secara terbuka meminta suatu model pemasaran baru yang dapat “memenuhi kebutuhan konsumen baru”. Dengan meminta jeda dari pendekatan “mengatakan dan menjual” yang historis, dia berbicara sebagai perwakilan dari seluruh perusahaan yang sedang mencari model yang dibentuk berdasarkan hubungan dan terciptanya sebuah makna.
Secara terpisah, New York Times, Wall Street Journal dan BusinessWeek mencatat kebangkitan pemasaran digital sera bentuk pemasaran “nontradisional” lainnya. Mereka menghadirkan contoh-contoh perusahaan yang mengalihkan fokus mereka sehingga dapat bertemu dengan pelanggan potensial dan menambahkan nilai ke dalam hidup mereka. Setiap harinya, terbitan orang dalam dan blog seperti Advertising Age, Brandweek, MarketingVOX dan AdRants memberikan banyak bukti bahwa pendekatan massal dan mengganggu yang diterapkan di dalam periklanan kini mengalami kegagalan. Mereka juga menunjukkan bukti-bukti bahwa pendekatan baru yang lebih bermakna mengalami keberhasilan dengan menghubungkan merek secara langsung dengan pangsa pasarnya.
Saya sendiri baru mengalami pencerahan pada tahun 2003, setelah menghabiskan waktu selama enam tahun untuk menyempurnakan seni periklanan 30 detik. Pada waktu itu, saya merupakan manajer merek untuk Mr. Clean di P&G. Kami hendak meluncurkan produk yang kami sebut Mr. Clean Magic Eraser. Kurang dari setahun sebelumnya, tim penelitian dan pengembangan kami menemukan sebuah produk yang unik selama perjalanan kami di Jepang untuk mencari informasi produk.
            “Masa depan pemasaran tidak terletak pada teknologi baru dan mengagumkan, tapi pada apa yang kita katakan, bukan di mana dikatakannya.

Produk itu merupakan bisa berbentuk kubus yang ketika basah akan “menghapus” kotoran, permukaan yang kusam, serta noda pada berbagai jenis permukaan yang ada di rumah. Penjualannya biasa-biasa saja di Jepang, namun kamu mencari sesuatu, apapun, untuk menghidupkan kembali sebuah merek yang merupakan pemain nomor tiga di belakang Lysol dan Pine-Sol pad kategori cairan pembersih. Setelh mendapatkan hak cipta untuk bahan-bahan busa ini, seorang anggota tim mengajukan nama “Magic Eraser”. Kami segera memasukkannya ke pasar untuk melambungkan kembali penjualan kami yang telah menurun tajam.
Sayangnya kami memasuki pasar lebih cepat daripada kemampuan kami memproduksi spot iklan di televisi. Siapapun yang pernah bekerja di periklanan tahu bahwa setidaknya butuh empat hingga enam bulan untuk menayangkan sesuatu di televisi. Sementara itu, kami perlu semacam kegiatan pemasaran supaya produk kami tetap terpampang di rak penjualan. Bagaimanapun juga berkat adanya peninjauan data dan model prediksi canggih, ritel-ritel utama seperti Target dan WalMart melihat tingkat penjualan pada minggu pertama sebagai pedoman kesuksesan produk. Jadi, kami harus membuat sesuatu dan harus cepat.
Oh, apakah saya telah menyebutkan bahwa anggaran kami sangat sedikit?
Saya berharap bahwa saya dapat berkata bahwa upaya kami memang cemerlang, strategis dan dilaksanakan dengan baik. Namun sebenarnya, kami putus asa belaka, sehingga menggunakan pengeluaran beberapa bulan pemasaran pertama kami dalam program contoh secara online. Kami hanya menggunakan sebagian produk yang dihasilkan dari lini produksi kami. Harapan kami pada waktu itu adalah konsumen yang meminta contoh secara online mau mencoba produk tersebut dan menceritakan pengalaman mereka kepada yang lain.
Pertama-tama, kami masuk ke dalam program Home Made Simple (www.homemadesimple.com), yaitu sebuah program pemasaran hubungan berbasis online. Ini adalah program P&G yang berisi beberapa produk perawatan rumah tangga yang diluncurkan empat tahun lalu. Home Made Simple memiliki enam juta anggota yang telah memilih untuk menerima e-mail edaran bulanan yang berisi topik-topik seperti organisasi di sekitar rumah hiasan, memasak dan kehidupan keluarga. Bersama produk-produk tanpa merek, program tersebut juga menawarkan barang-barang bermerek seperti Mr. Clean, Dawn, Cascade, Febreze dan Swiffer kepada pasar yang mau menerima email.
Pada bulan Agustus 2003, kami meluncurkan tawaran Magic Eraser secara gratis lewat Home Made Simple. Seiring dengan proses editing untuk iklan televisi kami, penawaran contoh gratis secara online kami melampaui perkiraan sebelumnya. Dalam dua bulan, kami kekurangan dana untuk memenuhi permintaan produk sebanyak satu juta contoh produk. Meskipun memberikan contoh sebenarnya mudah dilakukan, kami belum tahu bahwa contoh akan memotivasi orang untuk mengambil produk tersebut di toko. Dengan cemas kami memanggil tim pelayanan konsumen kami, dan menanyakan hasil penjualan. Mereka berkata bahwa program kami berhasil. Penjualan melambung di luar dugaan kami dan ritel. Para ritel meminta lebih banyak produk, sehingga mereka dapat mempromosikannya lebih lanjut dengan memberikan harga promosi. Sementara itu, konsumen dan media sama-sama membuat cerita mereka sendiri mengenai bagaimana Mr. Celan Magic Eraser telah menghapus hampir apa saja yang mereka coba untuk bersihkan.
Dalam dua bulan, kami harus berproduksi dengan kapasitas dua kali lipat, kemudian tiga kali lipat. Bahkan dengan pabrik yang beroperasi 24/7, kami masih hampir kehabisan produk untuk dikirimkan kepada ritel.
Iklan televisi kami? Akhirnya iklan itu mengudara hampir tiga bulan setelah peluncuran. Ketika dampaknya mulai tampak, penjualan Magic Eraser sudah sedang berkembang pesat. Ini berkat iklan contoh gratis secara online.
Pada akhir 2003, setelah berada di jajaran rak-rak toko selama lima bulan dan hanya sedikit menggunakan periklanan tradisional, sebuah survei nasional menunjukkan bahwa Magic Eraser telah masuk ke dalam beberapa daftar “Produk Tahun Ini”. Pertumbuhannya pun tetap meningkat berkat adanya kabar dari mulut ke mulut. Sebagai bagian dari kesuksesan iklan ini, saya cukup beruntung menempati daftar 50 pemasar terbaik tahun ini di dalam Marketing Age. Mr. Clean mendaki dari sekedar produk cairan pembersih lainnya menjadi yang terdepan di dalam inovasi dan favorit bagi para pengusaha ritel.
Pada titik inilah saya sadar bahwa kami punya sebuah pemasaran baru. Model ini melanggar hampir setiap peraturan yang telah saya pelajari dari buku manual para pemasar ternama dunia. Saya menggunakan sebuah taktik periklanan lama (contoh gratis), lalu menggabungkannya dengan pendekatan modern (pemasaran hubungan secara online). Efeknya adalah banyak pembeli tertarik untuk meminta produk, mendapatkan pengalaman menyenangkan, segera pergi ke toko, lalu mengungkapkan hal tersebut kepada teman-teman mereka.
Pada saat ini, iklan tersebut dianggap lahir karena kebutuhan dan akal sehat. Namun, jika menengok ke belakang, ia dapat disebut sebagai sebuah perubahan strategi yang cemerlang untuk pemasaran pada awal milenium baru. Entah apakah itu merupakan kebodohan yang diterpa keberuntungan atau ide yang sangat jenius, pelajaran yang dapat dipetik sebenarnya sama. Pemasaran dapat berhasil dengan baik jika ia memberi nilai tambah kepada kehidupan konsumennya. Jika contoh gratis saja dapat berhasil dengan mengagumkan, bagaimana dengan sesuatu yang lebih bernilai, yang dapat dilakukan oleh pemasaran pada tingkatan yang lebih tinggi?
Tentu saja saya bukan orang pertama yang mengalami pencerahan pemasaran baru ini. Pada kenyataannya, ribuan pemasar lainnya mendapatkan hasil yang sama. Ada juga persetujuan tentang ide tersebut, yaitu pemasaran harus melakukan lebih dari sekedar mengganggu, mengatakan dan (mencoba untuk) menjual barang atau jasa dalam jumlah massal seperti tsunami. Sangat jelas bahwa kami terlibat di dalam suatu pemasaran berbentuk baru. Pemasaran ini merupakan suatu yang dipilih oleh orang-orang dan menawarkan sesuatu yang berarti sebagai imbalan atas perhatian mereka. Hingga saat ini, setahu kami belum ada individu atau organisasi yang melangkah maju untuk memberikan model atau ide yang dapat benar-benar mengubah pemasaran.

Share to

Facebook Google+ Twitter Digg