Satu hal yang terbayang oleh
mayoritas rakyat Indonesia ketika mendengar kata Idul Fitri adalah pulang ke kampung
halaman untuk bertemu keluarga. Terbayang satu fenomena penuh kerumitan yang
tidak pernah terselesaikan.
Selama ini kita berfikir bahwa
fenomena mudik hanya ada di Indonesia. Pendapat ini sebaiknya kita koreksi
karena ternyata ada negara lain yang juga merasakan rumitnya fenomena mudik.
Kita ambil contoh Korea Selatan.
Korea Selatan menjalani tradisi mudik pada hari kebesaran mereka yang bernama
Chuseok. Data pada 2002 menyebutkan ada sekitar 15 juta orang Korea mudik dalam
setahun. Hanya di Provinsi Gyeonggi, terdapat 10 juta orang yang hilir mudik
pada hari yang sama. Perjalanan dari Seoul ke Busan yang pada hari biasa hanya
membutuhkan waktu 5 jam menjadi 10 jam pada waktu Chuseok ini. Tiket pesawat
pun harus dipesan dari 6 bulan sebelumnya.
Selain Korea Selatan juga ada China. Tradisi mudik negara berpenduduk
terbanyak di dunia ini bahkan bisa dikatakan sebagai fenomena migrasi manusia
terbesar yang pernah ada. 3,2 Milyar penduduk China pulang kampung pada
perayaan Hari Tahun Baru China kali ini. Untuk menanganinya, Pemerintah China
menyediakan 900 ribu armada bus yang akan mengangkut 80 juta penumpang
setiap hari. Sekitar 14 ribu pesawat dan 700 gerbong kereta. Kita patut
mengapresiasi taktik Pemerintah Indonesia yang juga telah menyamai taktik otoritas
China pada penjualan tiket kereta yaitu dengan penggunaan sistem online.
Walaupun butuh sosialisasi yang lebih intensif mengingat mayoritas pengguna
kereta api adalah kalangan menengah ke bawah yang notabene belum terlalu melek
teknologi. Untuk menekan percaloan, Indonesia dan China juga telah mengharuskan
nomor pemesanan tiket Kereta Api sama
dengan nomor kartu identitas.
Tidak ketinggalan, negara adidaya
seperti Amerika Serikat pun juga memiliki tradisi mudik. Mereka mudik
untuk merayakan Hari Thanksgiving yang biasa dilaksanakan pada minggu ke-4
November. Satu perbedaan yang mencolok dengan fenomena mudik di Indonesia
adalah mudik di Amerika Serikat sangat sedikit, bahkan bisa dibilang tiada yang
menggunakan sepeda motor. Bisa dibayangkan bepergian jarak jauh dengan
sepeda motor di saat menjelang musim dingin. Pada November 2011 lalu, Xinhuanews
mengabarkan sekitar 42,5 juta penduduk Amerika Serikat mudik menggunakan
transportasi darat saat liburan Thanksgiving. Namun, mudik di sana tidak sampai
overload
karena pembangunannya merata. Sehingga jika ingin tidak terjadi
mudik yang overload di Indonesia,
pembangunan yang merata harus segera direalisasikan.
Dengan
melihat berbagai fenomena kerumitan mudik yang juga terjadi di Negara lain,
diharapkan bisa memberi semangat baru dan inspirasi kepada berbagai pihak untuk
terus berupaya menyelesaikan permasalahan ini. Juga dapat meningkatkan
kepercayaan diri masyarakat Indonesia bahwa kita tidak sendiri mengalami
permasalahan ini.

Share to
Facebook Google+ Twitter Digg