Friday, August 17, 2012

Studi Banding Kerumitan Mudik

Satu hal yang terbayang oleh mayoritas rakyat Indonesia ketika mendengar kata Idul Fitri adalah pulang ke kampung halaman untuk bertemu keluarga. Terbayang satu fenomena penuh kerumitan yang tidak pernah terselesaikan. 

Selama ini kita berfikir bahwa fenomena mudik hanya ada di Indonesia. Pendapat ini sebaiknya kita koreksi karena ternyata ada negara lain yang juga merasakan rumitnya fenomena mudik.

Kita ambil contoh Korea Selatan. Korea Selatan menjalani tradisi mudik pada hari kebesaran mereka yang bernama Chuseok. Data pada 2002 menyebutkan ada sekitar 15 juta orang Korea mudik dalam setahun. Hanya di Provinsi Gyeonggi, terdapat 10 juta orang yang hilir mudik pada hari yang sama. Perjalanan dari Seoul ke Busan yang pada hari biasa hanya membutuhkan waktu 5 jam menjadi 10 jam pada waktu Chuseok ini. Tiket pesawat pun harus dipesan dari 6 bulan sebelumnya.

Selain Korea Selatan  juga ada China. Tradisi mudik negara berpenduduk terbanyak di dunia ini bahkan bisa dikatakan sebagai fenomena migrasi manusia terbesar yang pernah ada. 3,2 Milyar penduduk China pulang kampung pada perayaan Hari Tahun Baru China kali ini. Untuk menanganinya, Pemerintah China menyediakan 900 ribu  armada bus yang akan me­ngangkut 80 juta penumpang setiap hari. Sekitar 14 ribu pesa­wat dan 700 gerbong kereta. Kita patut mengapresiasi taktik Pemerintah Indonesia yang juga telah menyamai taktik otoritas China pada penjualan tiket kereta yaitu dengan penggunaan sistem online. Walaupun butuh sosialisasi yang lebih intensif mengingat mayoritas pengguna kereta api adalah kalangan menengah ke bawah yang notabene belum terlalu melek teknologi. Untuk menekan percaloan, Indonesia dan China juga telah mengharuskan  nomor pemesanan tiket Kereta Api sama dengan nomor kartu identitas.

Tidak ketinggalan, negara adidaya seperti Amerika Serikat pun juga memiliki tradisi mudik. Mereka mudik untuk merayakan Hari Thanksgiving yang biasa dilaksanakan pada minggu ke-4 November. Satu perbedaan yang mencolok dengan fenomena mudik di Indonesia adalah mudik di Amerika Serikat sangat sedikit, bahkan bisa dibilang tiada yang menggunakan sepeda motor. Bisa dibayangkan bepergian jarak jauh dengan  sepeda motor di saat menjelang musim dingin. Pada November 2011 lalu, Xinhuanews mengabarkan sekitar 42,5 juta penduduk Amerika Serikat mudik menggunakan transportasi darat saat liburan Thanksgiving. Namun, mudik di sana tidak sampai overload  karena pembangunannya merata. Sehingga jika ingin tidak terjadi mudik yang overload di Indonesia, pembangunan yang merata harus segera direalisasikan.

                Dengan melihat berbagai fenomena kerumitan mudik yang juga terjadi di Negara lain, diharapkan bisa memberi semangat baru dan inspirasi kepada berbagai pihak untuk terus berupaya menyelesaikan permasalahan ini. Juga dapat meningkatkan kepercayaan diri masyarakat Indonesia bahwa kita tidak sendiri mengalami permasalahan ini.

Share to

Facebook Google+ Twitter Digg