Sunday, February 22, 2015

Kisah Yatim Sukses - Ingin Menjadi Penghafal Al - Qur'an

Ingin Menjadi Penghafal Al - Qur'an

Ingin Menjadi Penghafal Al - Qur'an
Yatim Sukses Oleh :
Siti Alfiatin Nurul Khasanah
Alumni MEC Angkatan VIII
Wakil Kepala Produksi di Mabes Print

Menjadi penghafal Al-Quran adalah hal yang didambakan oleh orang tua untuk buah hatinya. Inilah salah satu keinginan alumni MEC (Mandiri Entrepreneur Center) bernama lengkap Siti Alfiatin Nurul Khasanah. Gadis yang semasa kecilnya akrab disapa Alfi ini selalu mengingat pesan terakhir sang ayah sebelum meninggal, yakni ingin sang anak bisa hafal Al-Quran.

  Sejak dibangku sekolah kelas 2 MA Assa’adah Gresik, tepatnya pada bulan Nopember 2009, ia harus kehilangan sosok seorang ayah didalam hidupnya. Ayahnya  yang bernama Muhammad Nur Rodli Ahyar meninggal dunia akibat penyakit komplikasi yang dideritanya.

  Alfi pun menceritakan, bahwa sebelum ayahnya meninggal, ia sempat mempunyai sebuah firasat. “Sebulan sebelum ayah meninggal, memang ayah menunjukkan perilaku-perilaku yang tidak biasanya. Seperti omongan ayah saya sudah ngelantur,” ujarnya.

  “Lalu seminggu sebelum ayah meninggal, saya ingin pulang kerumah bersama teman saya, namun melalui telepon, ayah melarang saya pulang. Setelah beberapa hari kemudian saya mendapat kabar bahwa ayah telah meninggal dunia,” lanjut gadis kelahiran Mojokerto, 24 April 1993.

  Dan disaat itulah, ia mulai bertekad untuk menjadi penghafal Al-Quran yang diinginkan ayahnya. “Ayah saya berpesan agar saya harus bisa menhafalkan Al-Quran meskipun tidak semuanya. Karena ayat-ayat Al-Quran inilah nantinya yang akan menjaga kita,” tuturnya.

  Tidak hanya itu, bagi Alfi masa-masa bersama ayah adalah kenangan yang paling berharga. “Ayah lah yang mengajarkan saya mengaji. Dan yang paling berkesan ketika saya diantar beliau untu mengikuti lomba MTQ sewaktu di MI,” kenangannya.

  Setelah sang ayah meninggal, Alfi dan keluarganya sempat merasakan masa sulit. Bahkan, ia sempat berputus asa dan berkeinginan untuk berhenti sekolah. “Waktu itu saya sempat berkeinginan untuk berhenti sekolah, namun akhirnya saya sadar, jika berhenti sekolah dengan status tamatan SMP, saya mau kerja apa. Akhirnya saya urungkan niatan tersebut,” ungkapnya.

  Kehidupan tanpa seorang ayah, memaksa ibunya yang bernama Siti Ulfiah menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga. Ibunya pun bekerja sebagai penjual kerupuk selama dua tahun. Hal itu dilakukannya karena permintaan dari almarhum suaminya semasa hidup.

  Seperti yang disampaikan Alfi, memang sebelum meninggal dunia, ayahnya sempat meminta untuk berjualan kerupuk. “Mungkin ayah saya sudah merasakan bahwa ayah akan segera meninggalkan kami semua. Jadi ayah seolah mempersiapkan segala sesuatunya dan meminta ibu belajar menjadi penjual kerupuk dengan alasan untuk tambahan penghasilan, meskipun itu hanya bertahan selama 2 tahun. Dan kini, ibu bekerja di sebuah rumah makan,” paparnya.

  Selepas menyelesaikan masa pendidikannya di MA Assa’addah Gresik, Alfi lantas memutuskan untuk bekerja. Hal ini dilakukannya semata-mata untuk membantu perekonomian keluarganya. Alfi pun bekerja dengan keras, kadang ia hanya sempat beristirahat sekitar 4 jam dalam sehari. Di pagi hari, ia bekerja di salon muslimah. Dan sorenya, ia menjadi guru mengaji. Kemudian dilanjutkan malam harinya ia ikut pamannya bekerja di tempat pembuatan sepatu.

  Namun, itu hanya ia lakukan selama satu tahun, setelah itu Alfi mendapatkan informasi kuliah gratis di MEC untuk anak yatim dari teman almarhum ayahnya. Alfi pun mengikuti saran dari teman ayahnya tersebut.
  Setelah mengikuti seleksi dan test, akhirnya Alfi pun diterima kuliah di Kampus MEC sebagai mahasiswi Jurusan Akutansi Perkantoran. Selama di MEC Alfi sempat merasakan kejenuhan dan tidak betah tinggal di asrama. Namun ia kembali teringat pesan almarhum ayahnya, dan hal itulah yang membuat Alfi mampu menyelesaikan kuliahnya di Kampus MEC. Dan selama menimba ilmu di Kampus dan Asrama MEC ini, Alfi mengaku mendapat banyak ilmu. Mulai dari ilmu agama, ilmu akademik serta ilmu untuk berwirausaha.

  Kemudian selepas menyelesaikan masa perkuliahan di Kampus MEC, Alfi lantas bekerja diperusahaan percetakan di surabaya yaitu Mabes Print, dan kini telah menjabat sebagai Asisten Kepala Toko dan Wakil Kepala Produksi.

   Meskipun sekarang ia telah mandiri dengan mempunyai penghasilan sendiri, namun Alfi tetap mempunyai harapan untuk dapat mewujudkan keinginan almarhum ayahnya, yakni menjadi penghafal Al-Quran. Dan Alhamdulillah, kini Alfi telah mampu menghafal 2 Juz Al-Quran.(sad)

Share to

Facebook Google+ Twitter Digg