Ingin Menjadi Penghafal Al - Qur'an
Yatim Sukses Oleh :
Siti Alfiatin Nurul Khasanah
Alumni MEC Angkatan VIII
Wakil Kepala Produksi di Mabes Print
Menjadi penghafal Al-Quran adalah hal yang didambakan oleh orang tua
untuk buah hatinya. Inilah salah satu keinginan alumni MEC (Mandiri
Entrepreneur Center) bernama lengkap Siti Alfiatin Nurul Khasanah. Gadis yang
semasa kecilnya akrab disapa Alfi ini selalu mengingat pesan terakhir sang ayah
sebelum meninggal, yakni ingin sang anak bisa hafal Al-Quran.
Sejak dibangku sekolah kelas 2 MA Assa’adah Gresik, tepatnya pada bulan
Nopember 2009, ia harus kehilangan sosok seorang ayah didalam hidupnya.
Ayahnya yang bernama Muhammad Nur Rodli
Ahyar meninggal dunia akibat penyakit komplikasi yang dideritanya.
Alfi pun menceritakan, bahwa sebelum ayahnya meninggal, ia sempat
mempunyai sebuah firasat. “Sebulan sebelum ayah meninggal, memang ayah
menunjukkan perilaku-perilaku yang tidak biasanya. Seperti omongan ayah saya
sudah ngelantur,” ujarnya.
“Lalu seminggu sebelum ayah meninggal, saya ingin pulang kerumah bersama
teman saya, namun melalui telepon, ayah melarang saya pulang. Setelah beberapa
hari kemudian saya mendapat kabar bahwa ayah telah meninggal dunia,” lanjut
gadis kelahiran Mojokerto, 24 April 1993.
Dan disaat itulah, ia mulai bertekad untuk menjadi penghafal Al-Quran
yang diinginkan ayahnya. “Ayah saya berpesan agar saya harus bisa menhafalkan
Al-Quran meskipun tidak semuanya. Karena ayat-ayat Al-Quran inilah nantinya
yang akan menjaga kita,” tuturnya.
Tidak hanya itu, bagi Alfi masa-masa bersama ayah adalah kenangan yang
paling berharga. “Ayah lah yang mengajarkan saya mengaji. Dan yang paling
berkesan ketika saya diantar beliau untu mengikuti lomba MTQ sewaktu di MI,”
kenangannya.
Setelah sang ayah meninggal, Alfi dan keluarganya sempat merasakan masa
sulit. Bahkan, ia sempat berputus asa dan berkeinginan untuk berhenti sekolah.
“Waktu itu saya sempat berkeinginan untuk berhenti sekolah, namun akhirnya saya
sadar, jika berhenti sekolah dengan status tamatan SMP, saya mau kerja apa.
Akhirnya saya urungkan niatan tersebut,” ungkapnya.
Kehidupan tanpa seorang ayah, memaksa ibunya yang bernama Siti Ulfiah
menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga. Ibunya pun bekerja sebagai
penjual kerupuk selama dua tahun. Hal itu dilakukannya karena permintaan dari
almarhum suaminya semasa hidup.
Seperti yang disampaikan Alfi, memang sebelum meninggal dunia, ayahnya
sempat meminta untuk berjualan kerupuk. “Mungkin ayah saya sudah merasakan
bahwa ayah akan segera meninggalkan kami semua. Jadi ayah seolah mempersiapkan
segala sesuatunya dan meminta ibu belajar menjadi penjual kerupuk dengan alasan
untuk tambahan penghasilan, meskipun itu hanya bertahan selama 2 tahun. Dan
kini, ibu bekerja di sebuah rumah makan,” paparnya.
Selepas menyelesaikan masa pendidikannya di MA Assa’addah Gresik, Alfi
lantas memutuskan untuk bekerja. Hal ini dilakukannya semata-mata untuk
membantu perekonomian keluarganya. Alfi pun bekerja dengan keras, kadang ia
hanya sempat beristirahat sekitar 4 jam dalam sehari. Di pagi hari, ia bekerja
di salon muslimah. Dan sorenya, ia menjadi guru mengaji. Kemudian dilanjutkan
malam harinya ia ikut pamannya bekerja di tempat pembuatan sepatu.
Namun, itu hanya ia lakukan selama satu tahun, setelah itu Alfi
mendapatkan informasi kuliah gratis di MEC untuk anak yatim dari teman almarhum
ayahnya. Alfi pun mengikuti saran dari teman ayahnya tersebut.
Setelah mengikuti seleksi dan test, akhirnya Alfi pun diterima kuliah di
Kampus MEC sebagai mahasiswi Jurusan Akutansi Perkantoran. Selama di MEC Alfi
sempat merasakan kejenuhan dan tidak betah tinggal di asrama. Namun ia kembali
teringat pesan almarhum ayahnya, dan hal itulah yang membuat Alfi mampu
menyelesaikan kuliahnya di Kampus MEC. Dan selama menimba ilmu di Kampus dan
Asrama MEC ini, Alfi mengaku mendapat banyak ilmu. Mulai dari ilmu agama, ilmu
akademik serta ilmu untuk berwirausaha.
Kemudian selepas menyelesaikan masa perkuliahan di Kampus MEC, Alfi
lantas bekerja diperusahaan percetakan di surabaya yaitu Mabes Print, dan kini
telah menjabat sebagai Asisten Kepala Toko dan Wakil Kepala Produksi.
Meskipun sekarang ia telah mandiri
dengan mempunyai penghasilan sendiri, namun Alfi tetap mempunyai harapan untuk
dapat mewujudkan keinginan almarhum ayahnya, yakni menjadi penghafal Al-Quran.
Dan Alhamdulillah, kini Alfi telah mampu menghafal 2 Juz Al-Quran.(sad)

Share to
Facebook Google+ Twitter Digg